www.babussalam-alyridho.com/ dan www.alywafa.com/

 

Yayasan Babussalam berdiri secara resmi tanggal 5 Desember 1997, terdaftar pada Pengadilan Negeri Bekasi. Pembina Pimpinan Yayasan Babussalam, adalah sebagai pendiri yayasan ini. Adapun alasan pendirian Yayasan Babussalam adalah memberikan wadah untuk membina dan mengembangkan segala aktivitas spiritual (kerohanian) sehubungan dengan tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh Pimpinan Yayasan Babussalam, untuk wilayah Tanah Jawa dan sekitarnya.

 

DalamtingkatanpelajaranIlmuTasawuf (teoridanpraktek),seseorangdiangkat/diwisudamenjadiMursyidKamilMukamilapabilatelahmenamatkanpelajarannyadalamIlmuSyariat Islam,IlmuHaqiqat,sertaIlmuMarifatullah,danmenurutketentuanAllahmelaluiPembimbing (Mursyid)-nyaorangtersebutsecaralahirbathintelahmampuuntukmembinadanmengajarkankeilmuan-keilmuantersebutkepada orang lain.beliaumendapatkanbimbinganIlmuSyariat Islam,IlmuHaqiqat,danIlmuMarifatullahdari para Tuan Guru,yangdiantaranyadariPondokPesantrenBabussalamLangkatSumateraUtara,sampaitamatdiangkatsebagaiKhalifah/Mursyid,sertamendapatkanRantaiSilsilahatausanad (lihatRantaiEmas/Golden Chain)sehinggabeliaudiperbolehkanmembimbingdanmengajarkankeilmuan-keilmuantersebutkepada orang lain.

Silsilah singkat Saman Qodiri Al Khalawati :
….
41. Syekh Abdurachman Al Kholidi
42. Syekh Abdul Qodim Belubus
43. Syekh H.Ibrahim Bonjol
44. Syekh H.Nu’man
45. Pembina Yayasan Babussalam
Silsilah singkat Naqsyabandi Al Kholidi :
….
35. Syekh Sulaiman Zuhdi
36. Syekh Abdul Wahab Rokan
37. Syekh Muhammad Daud
38. Syekh Abdurrohmat
39. Pembina Yayasan Babussalam
Published in: on Januari 27, 2012 at 12:47 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

SILABUS MATA PELAJARAN

ASlmAlkm,ISLAM satu2nya jalan yg diridhoi ALLAH SWT DAN Baginda ROSULULLAH SAWW , sehingga  untuk Mempelajari dan Mendalami ISLAM harus pasti arah  tujuan dan akhirnya  yg jelas , serta pembuktian secara hirarki/bukti2 yg jelas dan bisa di pertanggung jawabkan kebenarannya sesuai Risalah,berikut silabus kami yg turun temurun dari Silsilah keguruan kami sampai kepada Rosulullah SAWW.

wa-allawi istaqaamuu ‘alaa alththhariiqati la-asqaynaahum maa-an ghadaqaan
[72:16] Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu  (Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak).

MAJLIS PENGAJIAN ALY WAFA’ TAJUL ‘ARIFIN

(Alamat : Yayasan Babussalam Pusat Bekasi, Komplek pondok cipta blok E85 bintara pondok kopi bekasi barat indonesia )

 

SILABUS MATA PELAJARAN

THORIQOTUS  SUFIYAH  SAMAN QODIRI AL KHALAWATI WA NAQSYABANDI AL KHOLIDI

A.Pelajaran Ilmu Syari’ah
AL MASA’IL FII TAFSIR AL-QUR’ANUL KARIM (Mempelajari Syariah    Islam berbagai masalah di dalam Tafsir Al-qur’an yang mulia)

B.PELAJARAN HAQIQAT WA THORIQOH

I.1. TALQIN SYAHADAH
I.2. TALQIN DZIKIR

II. PELAJARAN SULUK

1. DZIKIR QOLBU (Dzikir Hati )

2. DZIKIR LATHOIF ( DZIKIR TUJUH TEMPAT )
A. Latifatul Qolbi
B. Latifatul Ruh
C. Latifatul Sir
D. Latifatul Khofi
E. Latifatul Akhfa
F. Latifatul Nafsun Natiqoh
G. Latifatul Kullu Jasad

3. DZIKIR NAFI WAL ISBAT

4. DZIKIR WUKUF

5. MUROQOBAH ITHLAK

6. MUROQOBAH AHDIYATUL AF’AL

7. MUROQOBAH MA’IYYAH

8. MUROQOBAH AKROBIYYAH

9. MUROQOBAH AHDIYATUDZ-DZAT

10. MUROQOBAH AHDIYATUL DZAT SYARFI WAL BAHTI

11. MAQOM MUSYAHADAH

12. MAQOM MUKASYAFAH

13. MAQOM MUKHOBALAH

14. MAQOM MUKAFFAHAH

15. MAQOM FANA FILLAH

16. MAQOM BAQO BILLAH

17. MAQOM TAHLIL LISAN

C.PENAMATAN PELAJARAN KEPUTUSAN KAJI

1. Shirotul Maut (8 Pintu Jalan Kematian) (Dibukakan oleh Mursyid dlm 6 jam)
2.Musyahadah Haqiqatul Nafsi (liqo-un nafsi) (melihat wujud nafsi dengan   mata kepala )
3.Musyahadah Nurun ‘alan Nurin (Liqo Allah) (Qs 24:35) (Dibukakkan Mursyid 2-4 jam)
4.Musyahadah Haqiqatun Muhammadiyyah SAWW (Berjumpa dengan Rasullullah SAWW/liqo Rosul)

D. Adapun pelajaran tambahan bagi mereka yang telah sampai  kepada Penamatan Pelajaran (Keputusan Kaji) Ada Sembilan.

1.Maqam Mahabbah ila Silsilah Thoriqotul Aliyah.
2.Musyahadah Aimmah (ketemu ahli silsilah).
3.Haqiqatul Wilayatul Ula.
4.Haqiqatul Kamalatur Risalah.
5.Haqiqatul Kamalatul Qur’an.
6.Haqiqatul Kamalatul Ka’bah.
7.Haqiqatul Kamalatus Sholah.
8.Haqiqatul Kamalatul Ulul Azmi.
9.Haqiqatul Kamalatun Muhammad SAWW.

walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaan
[17:36] Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.
wamaa arsalnaa qablaka illaa rijaalan nuuhii ilayhim fais-aluu ahla aldzdzikri in kuntum laa ta’lamuuna
[21:7] Kami tiada mengutus rasul rasul sebelum kamu (Muhammad),
melainkan beberapa orang-laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka,
maka bertanyalah kepada ahli dzikir, jika kamu tiada mengetahui.
waqaaluu lawlaa unzila ‘alayhi aayaatun min rabbihi qul innamaa
al-aayaatu ‘inda allaahi wa-innamaa anaa nadziirun mubiinun
[29:49] Sebenarnya, Al Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim.

NB:  Kami siap bertemu wicara bagi Majlis/perorangan /umum untuk membuktikan kebenaran dengan hirarki/bukti2 yg jelas,baik secara  keilmuan dan silsilah,semua siap di buktikan dan di pertanggung jawabkan,karena kunci penamatan mata pelajaran hanya ada di tempat kami.

thaks WSLM OM-JES

Published in: on Februari 16, 2010 at 7:59 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

KEUTAMAAN DZIKIR (DZIKIR SEBAGAI BENTENG DARI TIPU DAYA SYETAN )

A. ARTI DZIKIR :

Secara bahasa, dzikir berasal dari kata: Dzakaro – yadzkuru – dzikron, artinya mengingat/menyebut.

Secara istilah kata dzikir banyak ditemukan dalam Al-Qur’an yang diikuti dengan kata Allah. Atau robbaka atau yang lainnya, yang berarti mengingat Allah.

Haqiqat Dzikir adalah berhubungan kepada Allah dengan qolbu.

B. PERBEDAAN DZIKIR DENGAN BERWIRID, BERTASBIH DLL.

QS. 33 (Al-Ahzab): 41 – 42

yaa ayyuhaa alladziina aamanuu udzkuruu allaaha dzikran katsiiraan

[33:41]Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.

wasabbihuuhu bukratan wa-ashiilaan

[33:42] Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.

C. PERINTAH MELAKSANAKAN DZIKRULLAH.

QS. 2 (Al-Baqarah): 152

faudzkuruunii adzkurkum wausykuruu lii walaa takfuruuni

[2:152] Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni’mat)-Ku.

QS. 18 (Al-Kahfi): 24

illaa an yasyaa-a allaahu waudzkur rabbaka idzaa nasiita waqul ‘asaa an yahdiyani rabbii li-aqraba min haadzaa rasyadaan

[18:24] kecuali (dengan menyebut): “Insya Allah”. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini”.

QS. 76 (Al-Insaan): 25

waudzkuri isma rabbika bukratan wa-ashiilaan

[76:25] Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang.

Perintah Dzikir sebelum Shalat.

QS. 87 (Alk-A’laa): 15

wadzakara isma rabbihi fashallaa

[87:15] dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang.

Perintah Dzikir di dalam Shalat

QS. 20 (Thooha): 14

innanii anaa allaahu laa ilaaha illaa anaa fau’budnii wa-aqimi alshshalaata lidzikrii

[20:14] Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.

Perintah Dzikir Setelah Shalat

QS. 4 (An-Nisaa’)” 103

fa-idzaa qadhaytumu alshshalaata faudzkuruu allaaha qiyaaman waqu’uudan wa’alaa junuubikum fa-idzaa ithma/nantum fa-aqiimuu alshshalaata inna alshshalaata kaanat ‘alaa almu/miniina kitaaban mawquutaan

[4:103] Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.

Perintah Dzikir pada Shalat Jum’at

QS. 62 (Al-Jum’ah): 9 -10

yaa ayyuhaa alladziina aamanuu idzaa nuudiya lilshshalaati min yawmi aljumu’ati fais’aw ilaa dzikri allaahi wadzaruu albay’a dzaalikum khayrun lakum in kuntum ta’lamuuna

[62:9] Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

fa-idzaa qudhiyati alshshalaatu faintasyiruu fii al-ardhi waibtaghuu min fadhli allaahi waudzkuruu allaaha katsiiran la’allakum tuflihuuna

[62:10] Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.

Perintah Dzikir pada Ibadah hajji.

QS.2 (Al-Baqarah): 198

laysa ‘alaykum junaahun an tabtaghuu fadhlan min rabbikum fa-idzaa afadhtum min ‘arafaatin faudzkuruu allaaha ‘inda almasy’ari alharaami waudzkuruuhu kamaa hadaakum wa-in kuntum min qablihi lamina aldhdhaalliina

[2:198] Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari ‘Arafat, berdzikirlah kepada Allah di Masy’arilharam. Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat.

QS. 2 (Al-Baqarah): 200 – 203

fa-idzaa qadhaytum manaasikakum faudzkuruu allaaha kadzikrikum aabaa-akum aw asyadda dzikran famina alnnaasi man yaquulu rabbanaa aatinaa fii alddunyaa wamaa lahu fii al-aakhirati min khalaaqin

[2:200] Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang bendo’a: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.

waminhum man yaquulu rabbanaa aatinaa fii alddunyaa hasanatan wafii al-aakhirati hasanatan waqinaa ‘adzaaba alnnaari

[2:201] Dan di antara mereka ada orang yang bendo’a: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”

ulaa-ika lahum nashiibun mimmaa kasabuu waallaahu sarii’u alhisaabi

[2:202] Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.

waudzkuruu allaaha fii ayyaamin ma’duudaatin faman ta’ajjala fii yawmayni falaa itsma ‘alayhi waman ta-akhkhara falaa itsma ‘alayhi limani ittaqaa waittaquu allaaha wai’lamuu annakum ilayhi tuhsyaruuna

[2:203] Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. Barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya. Dan barangsiapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada dosa pula baginya, bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah, bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya.

Perintah Dzikir pada saat berbisnis dan mengurus keluarga.

QS. 24 (An-Nuur):37

rijaalun laa tulhiihim tijaaratun walaa bay’un ‘an dzikri allaahi wa-iqaami alshshalaati wa-iitaa-i alzzakaati yakhaafuuna yawman tataqallabu fiihi alquluubu waal-abshaaru

[24:37] laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.

QS. 63 (Al-Munafiquun): 9

yaa ayyuhaa alladziina aamanuu laa tulhikum amwaalukum walaa awlaadukum ‘an dzikri allaahi waman yaf’al dzaalika faulaa-ika humu alkhaasiruuna

[63:9] Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.

Published in: on Juli 31, 2009 at 7:04 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

“STUDI KRITIS Terhadap HADIST Yang Menfitnah Rasulullah SAWW”

Kita perlu menelaah sunnah-sunnah yang selama ini beradar di masyarakat Islam dan sudah diyakini sebagai sesuatu yang hak karena diriwayatkan dengan sanad hadits yang oleh sebahagian besar ulama hadits sebagai hadits “sahih”, namun setelah ditelaah isi atau redaksi hadits tersebut banyak yang tidak sejalan dengan Al-Qur’an.

Mengapa harus Al-Qur’an sebagai standarisasi…?

QS. 2 (Al-Baqarah): 185:”bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)”.
QS. 2 (Al-baqarah): 2 : “Kitab (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,”

Kenapa Rasulullah harus dibersihkan dari segala fitnah yang bertentangan dengan Al-Quran Al-qur’an adalah prilaku Rasulullah SAWW, karena segala ucapan, perbuatan dan diamnya Rasulullah SAWW adalah wahyu sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah.

QS. 53 (An-Najm): 3 – 4
Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya.Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).

Orang yang ta’at kepada Allah berarti taat kepada rasul-Nya, karena orang yang taat kepada Rasulullah SAW berarti pula taat kepada Allah Ta’ala. Allah Ta’ala menegaskan hal tersebut dengan Firman-Nya: “Barangsiapa mentaati Rasul, sesungguhnya ia telah mentaati Allah” (QS. an-Nisa’ ayat 80). Berarti pula: orang cintai kepada Allah berarti pasti cintai kapada Rasul-Nya. Oleh karenanya, tanda kesempurnaan iman adalah kesempurnaan cinta kepada Rasul SAW.

apakah kita menjadi ingkar Hadist??, tentu saja TIDAK, kita perlu mengikuti hadist2 yang disampaikan Rasulullah sebagai Rujukan sesudah Al-Quran, namun tentunya harus senafas dengan AL-Quran (TIdak kebalik, Al-quran ngikutin hadist)

“Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)”. (QS An-Najm/53: 3-4)
Maka Dapat Dipahami Bahwa :
1. Apa Yang Diucap Dan Diperbuat Olah Rasulullah Senantiasa Berdasarkan Wahyu, Bukan Mengikuti Nafsu Sehingga Rasulullah Terjaga Dari Kesalahan (Ma’shum)
2. Rasulullah Adalah Al Quran Yang Hidup
3. Rasulullah Adalah Yang Paling Memahami Al-Quran
4. Ucapan Dan Perbuatan Rasulullah Adalah Kebenaran
5. Semestinya Hadist Yang Diriwayatkan Oleh Para Perawi Tidak Ada Pertentangan Dengan Alquran.

jadi jika ada Hadist/ijma/Qiyas yang bertentangan dengan Al-quran,sanadnya katanya shahih, bagaimanakah kita bersikap??
pilih Kebenaran AL-Quran or Hadist tsb?

shalawat….

Published in: on Juli 21, 2009 at 6:58 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

STUDI HADIST TENTANG ISRA MIRAJ

STUDI HADIST TENTANG ISRA MIRAJ

Materi ini sebagai kelanjutan dari studi hadist dengan Al-quran sebagai pedomannya. tujuan dari pembahasan ini adalah agar seluruh ummat Islam dapat memilah sunnah-sunnah yang bisa dijadikan sandaran hukum sehingga tidak menjerumuskan ummat pada kekeliruan yang resikonya amat sangat membahayakan diri dan orang lain.

Oleh karena itu kita perlu menelaah sunnah-sunnah yang selama ini beradar di masyarakat Islam dan sudah diyakini sebagai sesuatu yang hak karena diriwayatkan dengan sanad hadits yang oleh sebahagian besar ulama hadits sebagai hadits “sahih”, namun setelah ditelaah isi atau redaksi hadits tersebut banyak yang tidak sejalan dengan Al-Qur’an.

Mengapa harus Al-Qur’an sebagai standarisasi…? Karena Al-qur’an adalah prilaku Rasulullah SAWW, karena segala ucapan, perbuatan dan diamnya Rasulullah SAWW adalah wahyu sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah.

QS. 53 (An-Najm): 3 – 4
Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya.
Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).

Dengan tegas dan jelas Allah menyatakan melalui firman-Nya bahwa apa yang diucapkan, apa yang diperbuat serta diamnya Al-Musthofa Rasulullah SAWW bukanlah mengikuti hawa nafsu yang dipengaruhi oleh syetan, akan tetapi senantiasa didasarkan pada “Wahyu” yang disampaikan kepada Beliau.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawuud, Ahmad dan lain-lain dijelaskan sebagai berikut:

UKTUB.! FAWALLADZII NAFSII BIYADIHI MAA KHOROJA MINNI ILLA HAQQUN.
Artinya: Tulislah ! Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya! Tidak keluar dariku melainkan kebenaran.

Oleh karena itu kita perlu memeriksa kebenaran suatu hadits. Kita tidak menyangsikan bahwa apa yang keluar dari diri pribadi Rasulullah SAWW adalah kebenaran yang dapat dibuktikan. Dan sebagai alat pembuktinya adalah Kitab suci Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an adalah Akhlaq Rasulullah SAWW, karena Al-qur’an adalah prilaku Rasulullah SAWW, karena Rasulullah SAWW adalah Al-Qur’an yang berjalan.

Pada materi ini kita akan menelaah sebuah hadits yang terdapat dalam kitab hadits “SHAHIH BUKHARI” Cetakan Ketigabelas 1992, diterbitkan oleh Penerbit ”Widjaya” Jakarta. Jilid I, Hadits no. 211 riwayat Anas bin Malik.Hadits. hadits tersebut mengkisahkan perihal Peristiwa Isra’ dan Mi’raj. Yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia,
dan kita akan memuat Hadist riwayat Muslim, yaitu hadits yang terdapat dalam kitab hadits “Sahih Muslim” Cetakan kelima 1997, diterbitkan oleh KLANG BOOK CENTRE Malaysia. Hadits no. 134 riwayat Anas bin Malik.Hadits no. 137 riwayat Abu Dzar Al-Ghifaari dan hadits no. 138 riwayat Malik bin Sha’sha’ah. Ketiga hadits tersebut mengkisahkan perihal Peristiwa Isra’ dan Mi’raj. Yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, salah satunya yang kami kutif dalam pembahasan ini adalah hadits Hadits no. 134 riwayat Anas bin Malik.

Dari anas bin Malik r.a. katanya Rasulullah SAW. Bersabda: “Jibril membawakan kepadaku seekor “Buraq” yaitu sejenis hewan berwarna putih, lebih panjang dari keledai dan lebih pendek daripada baghal. Ia dapat melompat sejauh mata memandang. Hewan itu lalu kutunggangi sampai ke Baitul Makdis. Sampai di sana hewan itu kutambatkan di tambatan yang biasa digunakan para Nabi. Kemudian aku masuk ke dalam masjid dan shalat di situ dua raka’at. Setelah aku keluar. Jibril datang membawa dua bejana , yang satu berisi khamar dan yang satu lagi berisi susu. Aku memilih susu. Kata Jibril”Anda memilih yang benar.” Kemudian kami dibawa ke langit. Lalu Jibril meminta supaya dibukakan pintu. Jibril ditanya, “Anda siapa?” Sahut Jibril, “Aku Jibril!” Tanya “Siapa bersama Anda?” Jawab: “ Muhammad !” Tanya: “Sudah diutuskah dia (menjadi Rasul)?” Jawab: “Ya benar! Dia sudah diutus!” Setelah itu barulah pintu dibukakan untuk kami. Sekonyong-konyong aku berjumpa dengan Adam. Beliau mengucapkan “Selamat Datang “ kepadaku serta mendoakanku semoga beroleh kebaikan. Kemudian kami naik ke langit kedua. Jibril a.s minta dibukakan pula pintu. Lalu dia ditanya, “Siapa Anda?.” Jibril menjawab, “Aku Jibril!” Tanya: “siapa bersama anda?” Jawab: “Muhammad!” Tanya: “Apakan dia sudah diutus?” Jawab: “Ya , dia sudah diutus!” Setelah itu barulah pintu dibuka untuk kami. Tiba-tiba aku bertemu dengan dua orang anak dan paman , yaitu ‘Isa anak Maryam dan Yahya bin Zakaria ‘alaihimas salam. Keduanya mengucapkan “Selamat Datang” kepadaku serta mendoakan semoga aku beroleh kebaikan. Kemudian aku dibawa lagi naik ke langit ketiga. Jibril minta dibukakan pula pintu. Dia ditanya.” Siapa Anda?” Jawab: “Aku Jibril!” Tanya: “ siapa bersama anda?” Jawab: “Muhammad Saw.!” Tanya: “Apakah dia sudah diutus?” Jawab: “Ya sudah diutus!” Lalu pintu dibukakan bagi kami. Sekonyong-konyong aku bertemu dengan nabi Yusuf as. Yang kecantikannya seperdua dari kecantikan yang ada. Dia mengucapkan selamat datang kepadaku, dan mendoakan semoga aku beroleh kebaikan. Sesudah itu kami dibawa ke langit keempat. Jibril a.s minta supaya dibukakan pula. Dia ditanya: Siapa Anda?” Jawab; “Aku Jibril!” Tanya, “Siapa bersama Anda?” Jawab, “Muhammad Saw.” Tanya: “Apakah dia sudah diutus.” Jawab:” ya, dia sudah diutus.” Setelah itu barulah pintu dibukakan untuk kami. Tiba-tiba aku bertemu dengan Idris a.s. Dai mengucapkan selamat datang kepadaku, serta mendoakan semoga aku beroleh kebaikan. Firman Allah: “Kami naikkan dia (idris) ke tempat yang tinggi” (Maryam: 57). Kemudian kami naik kelangit kelima. Jibril a.s minta dibukakan pintu. Dia ditanya, “Siapa Anda?” Jawab, “Aku Jibril!” Tanya: “Siapa bersama Anda?” Jawab: “Muhammad saw.” Tanya: “Apakan dia sudah diutus?” Jwab: “Ya, dia sudah diutus” Setelah itu pintu dibukakan untuk kami. Sekonyong-konyong aku bertemu dengan Harun as. Dia mengucapkan selamat datang kepadaku, dan mendoakan semoga aku mendapat kebaikan. Kemudian kami naik ke langit ke enam. Lalu Jibril minta dibukakakan pintu. Dia ditanya, “Siapa anda?” Jawab:”Aku Jibril.” Tanya: “Siapa bersaman Anda?” Jawab: “Muhammad!” Tanya: “apakah dia sudah diutus?” Jawab: ”Ya, dia sudah diutus.” Sesudah itu barulah pintu dibukakan untuk kami. Sekonyong-konyong aku bertemu dengan Musa a.s. Dia mengucapkan selamat datang kepadaku, dan mendoakan semoga aku mendapat kebaikan. Kemudia kami naik ke langit ketujuh. Jibril minta dibukakan pula pintu. Dia ditanya, “ Siapa Anda?” Jawab: “Aku Jibril.” Tanya: “ Siapa bersama Anda?” Jawab: “Muhammad saw.” Tanya: “Apakah dia sudah diutus?” Jawab: “Ya, dia sudah diutus.” Sesudah itu, lalu pintu dibuka untuk kami. Tiba-tiba aku bertemu dengan Ibrahim a.s sedang bersandar di Baitul Ma’mur, di mana 70.000 malaikat setiap hari masuk ke dalamnya dan mereka tidak pernah kembali lagi dari situ. Kemudian Jibril membawaku ke Sidratul Muntaha, mendapatkan sebatang pohon yang daunnya seperti telinga gajah, dan buahnya sebesar kendi. Setiap kali ia tertutup dengan kehendak Allah, ia berubah sehingga tidak satupun makhluk Allah yang sanggup mengungkapkan keindahannya. Lalu Allah menurunkan wahyu kepadaku, mewajibkan shalat 50 kali sehari semalam, sesudah itu aku turun ke tampat Musa a.s. Musa bertanya, Apakah yang telah diwajibkan Tuhanmu kepada umatmu?” Jawabku, “Shalat 50 kali.” Kata Musa.” Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan, karena umatmu tidak akan sanggup melakukannya. Aku sendiri telah mencoba kepada Bani Israil.” Kata Nabi saw. “ Aku kembali kepada Tuhanku, lalu kau memohon, “ Ya Tuhan ! Berilah umatku keringanan!” maka Allah menguranginya lima.” Sesudah itu aku kembali kepada Musa. Kataku, “Allah menguranginya lima.” Kata Musa, “Umatmu tidak akan sanggup menunaikannya sebanyak itu, karena itu kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan.” Kata nabi saw selanjutnya, “ Aku jadi bewrulang ulang pulang pergi antara Tuhanku Tabaraka wata’ala dengan Musa, sehingga akhirnya Allah berfirman:” Kesimpulannya ialah shalat lima kali sehari semalam. Bagi tiap-tiap satu kali shalat, sama nilainya dengan sepuluh shalat; maka jum;lah nilainya 50 juga. Dan siapa yang bermaksud hendak berbuat kebajikan, tetapi tidak dilaksanakannya, dituliskan untuknya (fahala) sepuluh kebajikan. Dan siapa bermaksud hendak berbuat kejahatan, tetapi tidak dilaksanakannya , tidak akan ditulis apa-apa baginya. Tetapi jika dilaksanakannya, maka ditulis baginya balasan satu kejahatan. Sesudah itu aku turun kembali ke tempat Musa a.s, lalu ku ceritakan kepadanya apa yang difirmankan Tuhanku itu. Kata Musa, kembalilah pada Tuhanmu, dan mintalah keringanan .” Jawab Rasulullah saw., “Aku telah berulang kali kembali kepada Tuhanku meminta keringanan, sehingga aku malu kepada-Nya.

Kita mengimani dan meyakini bahwa peristiwa isra’ dan mi’raj yang dialami oleh imam suci Rasulullah SAWW adalah benar-benar telah terjadi. Dalam peristiwa tersebut Rasulullah SAWW berangkat dari Masjidil Haram (Makkah) ke Masjidil Aqsha di Palestina dengan mengendarai “Buraq” dan dikawal oleh malaikat Jibril as. sebagaimana difirmankan dalam Al-Qur’an surat 17 (Al-Isra’):1 : Maha Suci Allah, yang Telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang Telah kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya dia adalah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.

Kemudian Rasulullah mi’raj menuju langit pertama sampai langit ketujuh masih dengan kendaraan “Buraq” dan dikawal oleh MalaikatJIbril as. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surat 70 (Al-Ma’rij): 4
Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.

Kunjungan Rasulullah SAWW dilanjutkan sampai “Shidrotul Muntaha” kemudian ke Arsy berjumpa dengan Allah SWT yang kemudia menerima wahyu (perintah shalat bagi ummat Rasulullah SAWW). Dan inipun dijelaskan dalam Al-Qur’an surat 53 (An-Najmi): 1 – 18 :
1. Demi bintang ketika terbenam.
2. Kawanmu (Muhammad Rasulullah) tidak sesat dan tidak pula keliru.
3. Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya.
4. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).
5. Yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat.
6. Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli.
7. Sedang dia berada di ufuk yang Tinggi.
8. Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi.
9. Maka jadilah dia dekat (pada Muhammad Rasulullah sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi).
10. Lalu dia menyampaikan kepada hambaNya (Muhammad Rasulullah) apa yang Telah Allah wahyukan.
11. Hatinya tidak mendustakan apa yang Telah dilihatnya.
12. Maka apakah kaum (musyrik Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang Telah dilihatnya?
13. Dan Sesungguhnya Muhammad Telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,
14. (yaitu) di Sidratil Muntaha.
15. Di dekatnya ada syurga tempat tinggal,
16. (Muhammad Rasulullah melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya.
17. Penglihatannya (Muhammad Rasulullah) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.
18. Sesungguhnya dia Telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.

Setelah menelaah hadits-hadits tersebut di atas yang menjelaskan tentang peristiwa ”Isra’ dan mi’raj” yang dialami Al_Musthofa Rasulullah SAWW, terdapat banyak sekali kisah-kisah yang justru menimbulkan tanda tanya besar dan tidak bisa kita terima, mengapa..? karena didalam hadits-hadits tersebut terdapat kisah-kisah yang sangat membahayakan aqidah ummat Islam. Didalam hadits-hadits tersebut terdapat kisah yang memfitnah Allah, memfitnah Rasulullah SAWW dan memfitnah malaikat Jibril, hadits-hadits tersebut dianggap benar dan diyakini oleh sebagian besar ummat Islam.

Yang manakah kisah yang dimaksud…? Mari kita simak Hadits no. 134 riwayat Anas bin Malik.

Kemudian aku masuk ke dalam masjid dan shalat di situ dua raka’at. Setelah aku keluar. Jibril datang membawa dua bejana , yang satu berisi khamar dan yang satu lagi berisi susu. Aku memilih susu. Kata Jibril”Anda memilih yang benar.”

Pertama : Setelah membaca kisah di atas timbul beberapa pertanyaan yang amat mendasar, yang pertama apakah benar Jibril membawakan Khamar dan susu kepada Muhammad Rasulullah SAWW? Yang kedudukan beliau sudah diangkat sebagai Rasul Rahmatan lil alamin, kalaupun Jibril hendak menjamu Rasulullah SAWW. Apakah layak khamar disajikan kepada Imam Suci Rasulullah SAWW, hamba pilihan Allah dan manifestasi diri Allah ta’ala sendiri..?. Jika apa yang dilakukan oleh Jibril adalah untuk menguji kebenaran Rasulullah SAWW. dalam memilih mana minuman yang terbaik bagi kesehatan manusia, apakah pantas malaikat Jibril mengetes Rasulullah SAWW yang maqom dan kedudukannya lebih tinggi dan lebih mulia dari Jibril..??. Apapun yang dijadikan alasan tentang mengapa Jibril as. menyediakan khamar bagi Rasulullah SAWW. adalah tidak bisa diterima.
Bukankah jiwa rasulullah selalu terdidik oleh Allah, bahkan sebelum diutus kebumi namanya sudah diumumkan oleh Allah, juga Rasulullah adalah pemimpin nabi-nabi.

Kedua :
Kemudian kami dibawa ke langit. Lalu Jibril meminta supaya dibukakan pintu. Jibril ditanya, “Anda siapa?” Sahut Jibril, “Aku Jibril!” Tanya “Siapa bersama Anda?” Jawab: “ Muhammad !” Tanya: “Sudah diutuskah dia (menjadi Rasul)?” Jawab: “Ya benar! Dia sudah diutus!” Setelah itu barulah pintu dibukakan untuk kami. Sekonyong-konyong aku berjumpa dengan Adam. Beliau mengucapkan “Selamat Datang “ kepadaku serta mendoakanku semoga beroleh kebaikan. Kemudian kami naik ke langit kedua. Jibril a.s minta dibukakan pula pintu. Lalu dia ditanya, “Siapa Anda?.” Jibril menjawab, “Aku Jibril!” Tanya: “siapa bersama anda?” Jawab: “Muhammad!” Tanya: “Apakan dia sudah diutus?” Jawab: “Ya , dia sudah diutus!” Setelah itu barulah pintu dibuka untuk kami. Tiba-tiba aku bertemu dengan dua orang anak dan paman , yaitu ‘Isa anak Maryam dan Yahya bin Zakaria ‘alaihimas salam. Keduanya mengucapkan “Selamat Datang” kepadaku serta mendoakan semoga aku beroleh kebaikan. Kemudian aku dibawa lagi naik ke langit ketiga. Jibril minta dibukakan pula pintu. Dia ditanya.” Siapa Anda?” Jawab: “Aku Jibril!” Tanya: “ siapa bersama anda?” Jawab: “Muhammad Saw.!” Tanya: “Apakah dia sudah diutus?” Jawab: “Ya sudah diutus!” Lalu pintu dibukakan bagi kami. Sekonyong-konyong aku bertemu dengan nabi Yusuf as. Yang kecantikannya seperdua dari kecantikan yang ada. Dia mengucapkan selamat datang kepadaku, dan mendoakan semoga aku beroleh kebaikan. Sesudah itu kami dibawa ke langit keempat. Jibril a.s minta supaya dibukakan pula. Dia ditanya: Siapa Anda?” Jawab; “Aku Jibril!” Tanya, “Siapa bersama Anda?” Jawab, “Muhammad Saw.” Tanya: “Apakah dia sudah diutus.” Jawab:” ya, dia sudah diutus.” Setelah itu barulah pintu dibukakan untuk kami. Tiba-tiba aku bertemu dengan Idris a.s. Dai mengucapkan selamat datang kepadaku, serta mendoakan semoga aku beroleh kebaikan. Firman Allah: “Kami naikkan dia (idris) ke tempat yang tinggi” (Maryam: 57). Kemudian kami naik kelangit kelima. Jibril a.s minta dibukakan pintu. Dia ditanya, “Siapa Anda?” Jawab, “Aku Jibril!” Tanya: “Siapa bersama Anda?” Jawab: “Muhammad saw.” Tanya: “Apakan dia sudah diutus?” Jwab: “Ya, dia sudah diutus” Setelah itu pintu dibukakan untuk kami. Sekonyong-konyong aku bertemu dengan Harun as. Dia mengucapkan selamat datang kepadaku, dan mendoakan semoga aku mendapat kebaikan. Kemudian kami naik ke langit ke enam. Lalu Jibril minta dibukakakan pintu. Dia ditanya, “Siapa anda?” Jawab:”Aku Jibril.” Tanya: “Siapa bersaman Anda?” Jawab: “Muhammad!” Tanya: “apakah dia sudah diutus?” Jawab: ”Ya, dia sudah diutus.” Sesudah itu barulah pintu dibukakan untuk kami. Sekonyong-konyong aku bertemu dengan Musa a.s. Dia mengucapkan selamat datang kepadaku, dan mendoakan semoga aku mendapat kebaikan. Kemudia kami naik ke langit ketujuh. Jibril minta dibukakan pula pintu. Dia ditanya, “ Siapa Anda?” Jawab: “Aku Jibril.” Tanya: “ Siapa bersama Anda?” Jawab: “Muhammad saw.” Tanya: “Apakah dia sudah diutus?” Jawab: “Ya, dia sudah diutus.” Sesudah itu, lalu pintu dibuka untuk kami. Tiba-tiba aku bertemu dengan Ibrahim a.s sedang bersandar di Baitul Ma’mur.

Kisah tetang naiknya Rasulullah SAWW dengan kendaraan Buraq dan dikawal oleh malaikat Jibril kemudian berjumpa dengan nabi-nabi dan berdialog dengan Rasulullah SAWW. bisa diterima dan dapat dibenarkan. Tetapi kisah yang menyatakan bahwa penjaga langit pertama sampai langit ketujuh bertanya “Siapa Anda.? Siapa yang beserta anda? Apakah dia sudah diutus ? jelas-jelas tidak bisa diterima dan tidak bisa dibenarkan, mengapa…? Argument yang dapat kita berikan adalah:

1. Bahwa penjaga pintu langit pertama sampai ketujuh adalah para malaikat, sedangkan yang datang dan meminta dibukakan pintu adalah pimpinannya para malaikat yaitu Jibril as. apakah malaikat penjaga langit tidak mengenal siapa yang datang sehingga dia bertanya siapa anda? Lantas jibril menjawab “Aku Jibril. Hanya anak buah yang yang bodoh yang tidak mengenali pimpinannya.

2. Kedudukan Rasulullah yang dimuliakan dan cintai oleh Allah telah dipublikasikan oleh Allah kepada seluruh makhluk diseluruh alam, baik di alam nyata maupun alam ghoib termasuk para malaikat. Dengan adanya petanyaan siapa yang beserta anda? Dijawab Jibril:’Muhammad SAW.” Apakah dia sudah diutus menjadi rasul ? dijawab Jibril: “Ya, dia sudah diutus” hal ini mengisyaratkan bahwa para malaikat penjaga langit kesatu sampai ketujuh tidak mengenal Imam Suci Rasulullah SAW dan mereka belum tahu bahwa beliau sudah diangkat menjadi utusan Allah, padahal jauh sebelum peristiwa isra’ dan mi’raj berlangsung Al-Musthofa Muhammad Rasulullah SAWW telah ditetapkan sebagai pemimpin nabi-nabi dan rasul-rasul. Yang kedudukan Rasulullah lebih tinggi dari pada para semua makhluk Allah termasuk malaikat, yang namanya telah Allah Umumkan kepada semua Makhluk (termasuk Malaikat) jauh sebelum Muhammad Rasulullah diutus.

Pertanyaan para malaikat penjaga langit tersebut mengisyaratkan bahwa Allah yang Maha Merencanakan segala sesuatu dengan jelas dan sempurna tidak melakukan koordinasi secara baik kepada para malaikat-malaikatnya, sehingga malaikat penjaga langit tidak tahu kalau Allah akan mengundang kekasih-Nya untuk berjumpa disinggasana yang agung.

Siapakah yang salah…? Allah Swt yang mengutus Jibril…?, para malaikat penjaga langit….?, Rasulullah yang menceritakan isra’ wal mi’raj kepada umat…? atau yang meriwayatkan dan menulis hadits tersebut…? Siapakah yang bodoh, Allah Swt yang mengutus Jibril …?, para malaikat penjaga langit…?, Jibril yang tidak becus mengatur anak buahnya..? Rasulullah yang menceritakan isra’ wal mi’raj kepada umat..? atau yang meriwayatkan dan menulis hadits tersebut…?.

Allah, Rasulullah SAWW dan para malaikat tidak mungkin salah dan tidak mungkin bodoh.

Ketiga :
Kisah tentang Rasulullah SAWW menerima perintah shalat langsung dari Allah adalah benar dan wajib diyakini. Akan tetapi tidak benar dan tidak bisa diterima apabila dikisahkan dan diriwayatkan bahwa Rasulullah menerima perintah shalat sebanyak 50 waktu dan Rasulullah SAWW dinasihati oleh nabi Musa as bahwa ummat Rasulullah SAWW. tidak akan mampu melaksanakananya, kemudian Musa as menasihati agar Rasulullah SAWW kembali untuk melakukan negosiasi kepada Allah agar perintah shalat dikurangi, Rasulullah SAWW pun melaksanakan nasihat nabi Musa as. Rasulullah SAWW beberapa kembali bernego sampai-merasa malu kepada Allah sehingga ditetapkanlah menjadi 5 waktu shalat.

Mengapapa kita tidak boleh menerima dan tidak membenarkan riwayat tersebut.? Yang menjadi dasar penolakan kita adalah:

1. Pada kisah dalam hadits tersebut di atas seakan-akan Allah tidak mengetahui batas kemampuan manusia, sehingga Allah memberikan perintah shalat 50 waktu. Jika demikian maka Allah telah menzhalimi manusia.
Hal ini bertentangan dengan Firman Allah dalam Al-Qur’an surat 2 (Al-Baqarah): 286: ”Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”

Pada hadits tersebut di atas seakan-akan nabi Musa as lebih memamahi tentang batas kemampuan ummat Rasulullah ketimbang Rasulullah SAWW sendiri, seakan-akan martabat dan kepandaian nabi Musa as berada di atas Rasulullah SAWW sehingga berani-beraninya nabi Musa menasihati Rasulullah SAWW. bukankah Rasulullah SAWW sebagai imam/pimpinannya para nabi dan rasul-rasul…? Bagaimana mungkin nabi Musa as berani menasehati Rasulullah SAWW, sedangkan yang membenarkan ajaran nabi-nabi terdahulu termasuk nabi Musa as. adalah Rasulullah SAWW. dan ini memfitnah Rasulullah. Ini merupakan penghinaan terhadap pribadi Rasulullah. SAWW (Pemimpin Ulul Azmi).

2. Kisah yang lebih tidak bisa kita terima lagi adalah tatkala dinyatakan bahwa Rasulullah SAWW mengikuti nasihat nabi Musa as. sehingga melakukan tawar-menawar kepada Allah sehingga waktu shalat dikurangi dari 50 menjadi 5 waktu.

Bagi mereka yang mengimani kisah ini dan masih hidup di dunia hendaknya segera berkoreksi, karena mereka telah mengimani kisah yang keliru, tanpa sadar mereka telah memfitnah Allah seakan-akan Allah salah dalam memilih Rasulullah menjadi pemimpin nabi-nabi dan rasul-rasul dan salah dalam menetapkannya sebagai nabi penutup, karena Rasulullah masih berani tawar-menawar terhadap tugas yang harus disampaikan kepada umat. Padahal salah satu sifat Rasulullah SAWW yang dijelaskan dalam Al-qur’an surat 5 (Al-Maidah) ayat 7 adalah: ”Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang Telah diikat-Nya dengan kamu, ketika kamu mengatakan: “Kami dengar dan kami taati”. dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah mengetahui isi hati(mu).”

Itulah sifat Rasulullah dan orang-orang yang beriman, mereka senatiasa sami’na wa atho’na (kami dengar dan kami taati), bukan kami dengar tapi kami tawar-tawar. Hanya orang yang tidak berharap syafaat Rasulullah yang berani menyatakan bahwa Rasulullah SAWW bolak-balik tawar menawar dengan Allah.

Siapakah yang salah…? Allah Swt yang mengutus Jibril…?, para malaikat penjaga langit….?, Rasulullah yang menceritakan isra’ wal mi’raj kepada umat…? atau yang meriwayatkan dan menulis hadits tersebut…? Siapakah yang bodoh, Allah Swt yang mengutus Jibril…?, para malaikat penjaga langit…?, Rasulullah yang menceritakan isra’ wal mi’raj kepada umat..? atau yang meriwayatkan dan menulis hadits tersebut…?.

Allah, Rasulullah SAWW dan para malaikat tidak mungkin salah dan tidak mungkin bodoh.

Mungkin ada sebahagian saudara-saudara kami kaum muslimin yang merasa keberatan dengan pernyataan ini, mereka keberatan karena kami tidak sefaham dengan mereka dan kami mempersalahkan orang-orang yang meriwayatkan dan menuliskan kisah tersebut apalagi periwayat dan penulis kisah tersebut adalah ulama besar yang diakui dalam dunia Islam.

Para ikhwan sekalian yang kami cintai ….!

Setiap Ulama adalah tidak maksum (sempurna), Yang Sempurna adalah Ahlul Byt Baginda Rasulullah Saww (QS al-ahzab 33), karena Rasulullah SAWW adalah sempurna, senantiasa di bimbing oleh wahyu Allah dalam setiap perkataan dan perbuatan dan diamnya.

Sungguh aneh bin ajaib…Ketika ada ulama yang Memberikan fatwa/tulisan/mengucapkan yang tidak sesuai dengan Quran bahkan berpotensi menyesatkan ummat dikritisi banyak saudara kita, kaum muslimin tidak terima bahkan sibuk membela ulama tersebut. Tetapi tatkala Rasulullah SAWW yang telah mewariskan mu’jizat Al-Qur’an dan pemberi syafa’at dihina, difitnah dan dideskreditkan mereka diam saja.

Keempat : Kedudukan Al-Quran

Di dalam QS.Al-Baqarah/2 : 2 : ”Kitab (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa”

Di dalam QS.Al-Baqarah/2 : 91
”Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kepada Al Quran yang diturunkan Allah,” mereka berkata: “Kami Hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami”. dan mereka kafir kepada Al Quran yang diturunkan sesudahnya, sedang Al Quran itu adalah (Kitab) yang hak; yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah: “Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman?”

Jadi dalam ayat ini jelas bahwa Alqur’an adalah kitab yang paling nyata dan tidak ada keraguan didalammnya, dan Tidak sedikit ayat Al-Qur’an yang menjelaskan bahwa Al-Qur’an mengandung berkah dan hikmah, ini merupakan isyarat bahwa kita harus benar-benar mempelajari, memahami dan mentadaburi Al-Qur’an. Dan Marilah kita meluruskan Hadist-hadist yang tidak senafas dengan Al-quran,

Kesimpulannya, Hadits no. 134 riwayat Anas bin Malik.Hadits no. 137 riwayat Abu Dzar Al-Ghifaari dan hadits no. 138 riwayat Malik bin Sha’sha’ah. Yang terdapat dalam kitab hadits “SHAHIH MUSLIM” dan di dalam kitab hadits “SHAHIH BUKHARI” Cetakan Ketigabelas 1992, diterbitkan oleh Penerbit ”Widjaya” Jakarta. Jilid I, Hadits no. 211 riwayat Anas bin Malik.Hadits adalah BERTENTANGAN DENGAN AL-QURAN.
Allahumma shali ala muhammad wa ala aly muhammad

tulisan ini tidak bermaksud mendeskriditkan ulama yang sudah banyak berperan dalam syiar Islam namun mencoba untuk lebih mengedepankan Hakikat Islam dng tidak berfanatik Mazhab, aliran, bahkan ulama tertentu…
Hanyalah Quran yang tidak ada keraguan kebenaran didalamnya….
dan Marilah kita perpegang kepada hadist yang senafas dengan Al-Quran….

Published in: on Juli 21, 2009 at 6:48 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

Kelebihan Yang di Berikan Kepada Orang Yang Bukan Nabi

Qs. 27 (An-Naml) :38-40
qaala yaa ayyuhaa almalau ayyukum ya/tiinii bi’arsyihaa qabla an ya/tuunii muslimiina
[27:38] Berkata Sulaiman: “Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka
datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”.
qaala ‘ifriitun mina aljinni anaa aatiika bihi qabla an taquuma min maqaamika wa-inne ‘alayhi laqawiyyun amiinun
[27:39] Berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan datang        kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri
dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk        membawanya lagi dapat dipercaya”.
qaala alladzii ‘indahu ‘ilmun mina alkitaabi anaa aatiika bihi qabla an yartadda ilayka tharfuka falammaa raaahu mustaqirran ‘indahu qaala haadzaa min        fadhli rabbii liyabluwanii a-asykuru am akfuru waman syakara fa-innamaa yasykuru linafsihi waman kafara fa-inna rabbii ghaniyyun kariimun
[27:40] Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab “Aku       akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka    tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun          berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku     bersyukur atau mengingkari (akan ni’mat-Nya). Dan barangsiapa yang     bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya           sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha          Kaya lagi Maha Mulia”.

Qs 27 (an-naml) 40 Penjelasan Tentang adanya Karomah/Kelebihan Bagi Seseorang Yang Memiliki Pengetahuan Al-kitab (zabur)

Bagaimana Dengan Orang-Orang Yang Memiliki     Ilmu Tentang Al-Quran, Semestinya Mereka Karomah/Kelebihan Juga.

Mukjizat (kelebihan) Hanya Boleh Ditunjukkan Kepada Orang Yang Diridhoi       Allah SWt.

Qs. 3 (ali-imron): 179

maa kaana allaahu liyadzara almu/miniina ‘alaa maa antum ‘alayhi hattaa yamiiza alkhabiitsa mina alththhayyibi wamaa kaana allaahu liyuthli’akum
‘alaa alghaybi walaakinna allaaha yajtabii min rusulihi man yasyaau
faaaminuu biallaahi warusulihi wa-in tu/minuu watattaquu falakum ajrun ‘azhiimun
[3:179] Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman
dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mu’min). Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih
siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya. Karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasulNya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar.
Qs 72 (JIN): 26-27
aalimu alghaybi falaa yuzhhiru ‘alaa ghaybihi ahadaan
[72:26] (Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu.
illaa mani irtadaa min rasuulin fa-innahu yasluku min bayni yadayhi wamin khalfihi rashadaan
[72:27] Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.
Published in: on Juni 14, 2009 at 4:34 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

THORIQOTUS SUFIYAH SAMAN QODIRI AL-KHALAWATI WA-NAQSYABANDI AL-KHOLIDI (SILABUS MATA PELAJARAN)

ASlmAlkm,ISLAM satu2nya jalan yg diridhoi ALLAH SWT DAN Baginda ROSULULLAH SAWW , sehingga  untuk Mempelajari dan Mendalami ISLAM harus pasti arah  tujuan dan akhirnya  yg jelas , serta pembuktian secara hirarki/bukti2 yg jelas dan bisa di pertanggung jawabkan kebenarannya sesuai Risalah,berikut silabus kami yg turun temurun dari Silsilah keguruan kami sampai kepada Rosulullah SAWW.

wa-allawi istaqaamuu ‘alaa alththhariiqati la-asqaynaahum maa-an ghadaqaan
[72:16] Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu  (Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak).

MAJLIS PENGAJIAN ALY WAFA’ TAJUL ‘ARIFIN

(Alamat : Yayasan Babussalam, Komplek pondok cipta blok E85 bintara pondok kopi bekasi barat indonesia )

SILABUS MATA PELAJARAN

THORIQOTUS  SUFIYAH  SAMAN QODIRI AL KHALAWATI WA NAQSYABANDI AL KHOLIDI

A.Pelajaran Ilmu Syari’ah
AL MASA’IL FII TAFSIR AL-QUR’ANUL KARIM (Mempelajari Syariah    Islam berbagai masalah di dalam Tafsir Al-qur’an yang mulia)

B.PELAJARAN HAQIQAT WA THORIQOH

I.1. TALQIN SYAHADAH
I.2. TALQIN DZIKIR

II. PELAJARAN SULUK

1. DZIKIR QOLBU (Dzikir Hati )

2. DZIKIR LATHOIF ( DZIKIR TUJUH TEMPAT )
A. Latifatul Qolbi
B. Latifatul Ruh
C. Latifatul Sir
D. Latifatul Khofi
E. Latifatul Akhfa
F. Latifatul Nafsun Natiqoh
G. Latifatul Kullu Jasad

3. DZIKIR NAFI WAL ISBAT

4. DZIKIR WUKUF

5. MUROQOBAH ITHLAK

6. MUROQOBAH AHDIYATUL AF’AL

7. MUROQOBAH MA’IYYAH

8. MUROQOBAH AKROBIYYAH

9. MUROQOBAH AHDIYATUDZ-DZAT

10. MUROQOBAH AHDIYATUL DZAT SYARFI WAL BAHTI

11. MAQOM MUSYAHADAH

12. MAQOM MUKASYAFAH

13. MAQOM MUKHOBALAH

14. MAQOM MUKAFFAHAH

15. MAQOM FANA FILLAH

16. MAQOM BAQO BILLAH

17. MAQOM TAHLIL LISAN

C.PENAMATAN PELAJARAN KEPUTUSAN KAJI

1. Shirotul Maut (8 Pintu Jalan Kematian) (Dibukakan oleh Mursyid dlm 6 jam)
2.Musyahadah Haqiqatul Nafsi (liqo-un nafsi) (melihat wujud nafsi dengan   mata kepala )
3.Musyahadah Nurun ‘alan Nurin (Liqo Allah) (Qs 24:35) (Dibukakkan Mursyid 2-4 jam)
4.Musyahadah Haqiqatun Muhammadiyyah SAWW (Berjumpa dengan Rasullullah SAWW/liqo Rosul)

D. Adapun pelajaran tambahan bagi mereka yang telah sampai  kepada Penamatan Pelajaran (Keputusan Kaji) Ada Sembilan.

1.Maqam Mahabbah ila Silsilah Thoriqotul Aliyah.
2.Musyahadah Aimmah (ketemu ahli silsilah).
3.Haqiqatul Wilayatul Ula.
4.Haqiqatul Kamalatur Risalah.
5.Haqiqatul Kamalatul Qur’an.
6.Haqiqatul Kamalatul Ka’bah.
7.Haqiqatul Kamalatus Sholah.
8.Haqiqatul Kamalatul Ulul Azmi.
9.Haqiqatul Kamalatun Muhammad SAWW.

walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaan
[17:36] Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.
wamaa arsalnaa qablaka illaa rijaalan nuuhii ilayhim fais-aluu ahla aldzdzikri in kuntum laa ta’lamuuna
[21:7] Kami tiada mengutus rasul rasul sebelum kamu (Muhammad),
melainkan beberapa orang-laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka,
maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui.
waqaaluu lawlaa unzila ‘alayhi aayaatun min rabbihi qul innamaa
al-aayaatu ‘inda allaahi wa-innamaa anaa nadziirun mubiinun
[29:49] Sebenarnya, Al Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim.

NB:  Kami siap bertemu wicara bagi Majlis/perorangan /umum untuk membuktikan kebenaran dengan hirarki/bukti2 yg jelas,baik secara keilmuan dan silsilah,semua siap di buktikan dan di pertanggung jawabkan,karena kunci penamatan mata pelajaran hanya ada di tempat kami.

thaks WSLM OM-JES

Published in: on Februari 5, 2009 at 9:30 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.